Danramil Taliwang Ikuti Forum Yasinan, Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Penyelesaian Persoalan Daerah

 


Sumbawa Barat, NTB – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali menggelar Forum Yasinan (Pelayanan Sentra Inklusif Andalan) sebagai salah satu inovasi pelayanan publik yang bertujuan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Central Kediaman Wakil Bupati Sumbawa Barat, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kamis malam (11/6), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, dan dihadiri sekitar 140 peserta dari berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.


Forum yang diawali dengan pelaksanaan Sholat Isya berjamaah di Masjid Asy Syakirin tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh informasi terkait program dan pelayanan pemerintah daerah.


Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danramil 1628-01/Taliwang Kapten Inf. Saifullah, Kapolsek Brang Ene IPDA Andri Sunarko, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat drh. Hairul Jibril, M.M., para kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Dalam sesi penyampaian materi, Kabid BPBD Kabupaten Sumbawa Barat Abdullah, S.Pd. menjelaskan berbagai program bantuan sosial yang telah dan sedang dilaksanakan pemerintah daerah. Program tersebut mencakup bantuan uang duka, bantuan lansia, bantuan bagi masyarakat miskin ekstrem, serta bantuan untuk anak yatim piatu.


Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini bantuan telah menjangkau ribuan penerima manfaat, termasuk kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Pemerintah juga terus melakukan pembaruan data dan evaluasi secara berkala guna memastikan bantuan tepat sasaran. Selain itu, pemerintah menyediakan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat, Ferial, S.K.M., menjelaskan bahwa sistem administrasi kependudukan saat ini telah terintegrasi langsung dengan server Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.


Menurutnya, setiap perubahan data kependudukan harus melalui prosedur yang telah ditetapkan guna menjamin keamanan dan validitas data masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memeriksa kesesuaian data pada KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran guna menghindari kendala administrasi di kemudian hari.


Pada sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi dan pertanyaan, di antaranya terkait pembaruan data penerima bantuan pangan, masih ditemukannya ASN, PPPK, dan pekerja sektor tambang dalam daftar penerima bantuan sosial, serta persoalan penebangan pohon dan pengembangan aplikasi SIGAP.


Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Sosial menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data dilakukan melalui aplikasi SIGAP dengan mekanisme verifikasi yang ketat untuk memastikan penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Proses perubahan data memerlukan waktu karena harus melalui tahapan verifikasi dan dilengkapi hasil Musyawarah Desa (Musdes).


Selain isu bantuan sosial, masyarakat Desa Kalimantong juga menyampaikan keluhan terkait genangan air yang kerap terjadi di wilayah mereka. Warga mengusulkan pembangunan drainase maupun gorong-gorong sebagai solusi.


Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa usulan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan peninjauan lapangan. Selain itu, pemerintah daerah juga berencana melakukan rehabilitasi Bendung Kalimantong II guna mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.


Dalam arahannya, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah menegaskan bahwa Forum Yasinan tidak boleh sekadar menjadi tempat menyampaikan keluhan, tetapi harus menjadi wadah yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.


“Setiap persoalan yang muncul harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kerja sama seluruh pihak terkait. Aspirasi masyarakat harus menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan yang lebih baik,” tegasnya.


Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 21.25 WITA tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui Forum Yasinan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan tepat sasaran.



(Pendim 1628/KSB)

Post a Comment

Previous Post Next Post