Koordinasi Babinsa dan Pihak Smelter Redam Kekhawatiran Warga Desa Maluk

 



Sumbawa Barat, NTB – Menindaklanjuti laporan warga Dusun Otak Kris, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, terkait bau menyengat yang tercium seperti bau gas, Babinsa Desa Maluk Serda Efendi bergerak cepat mendatangi lokasi pada Rabu (18/02/2026).


Laporan awal disampaikan warga melalui Ketua RT setempat, Bapak Darwin, sekitar pukul 09.00 Wita. Menyikapi laporan tersebut, Babinsa bersama aparat desa langsung melakukan pengecekan ke lokasi guna memastikan kondisi dan sumber bau yang dikeluhkan masyarakat.


Sekitar pukul 09.30 Wita, Tim External yang terdiri dari Susilo Haji dan Hendri Gandi bersama Kepala Dusun Otak Kris turut melakukan pengecekan di lapangan. Dari hasil pengecekan awal, memang terdeteksi bau tidak sedap menyerupai bau gas di wilayah tersebut.


Pada pukul 10.00 Wita, perwakilan tim melakukan konfirmasi kepada pihak smelter. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bau tersebut tercium cukup kuat ketika arah angin berasal dari wilayah smelter menuju permukiman warga, dan berkurang saat arah angin berubah.


Menanggapi hal tersebut, pihak smelter menyampaikan bahwa bau yang tercium bukan berasal dari kebocoran gas, melainkan dari zat tambahan bernama Mercaptan yang digunakan sebagai bahan pendeteksi kebocoran gas. Tim External kemudian diizinkan masuk ke area smelter untuk melihat langsung sumber bau tersebut.


Sekitar pukul 11.00 Wita, tim mendapatkan penjelasan dari pihak smelter bahwa Mercaptan merupakan zat yang sengaja ditambahkan pada gas alam/LPG karena secara alami gas tersebut tidak berbau. Penambahan zat ini bertujuan untuk keselamatan, sehingga apabila terjadi kebocoran, dapat segera terdeteksi karena baunya yang sangat menyengat.


Namun demikian, posisi alat injeksi Mercaptan saat ini diketahui berada cukup dekat dengan permukiman warga Desa Maluk, sehingga aroma tersebut dapat tercium ketika arah angin menuju ke pemukiman.


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Maluk, Danpos Maluk, Babinsa Maluk, Datasen Security smelter, Kepala Dusun, serta Satgas Linmas Desa Maluk.


Sebagai langkah solusi, pihak smelter menyampaikan bahwa alat injeksi Mercaptan tersebut akan dipindahkan ke wilayah Kayan, di bagian utara smelter yang lokasinya lebih jauh dari permukiman warga, guna meminimalisir dampak bau terhadap masyarakat.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Babinsa bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi guna memastikan keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga.


(Pendim 1628/KSB).

Post a Comment

Previous Post Next Post